Berita Motogp Terbaru - Kebanyakan pebalap MotoGP belum terbiasa dengan trek di Sirkuit Red Bull Ring.

Jakarta - Sirkuit Red Bull Ring dikenal memiliki karakteristik sangat cepat karena hanya memiliki 10 tikungan. Motor-motor yang memiliki power besar, seperti Ducati dan Honda, cocok untuk sirkuit seperti Red Bull Ring ini. 

Sebaliknya, Yamaha kurang nyaman dengan karakteristik Red Bull Ring karena power motor mereka tak sebesar yang dimiliki Desmosedici-nya Ducati. 

Baca juga:

Kualifikasi MotoGP Austria 2017: Marc Marquez Amankan Pole Position di Red Bull Ring

Terbukti! Tikungan ke 3 Sirkuit Red Bull Ring Begitu Berbahaya

Rebut Pole, Marquez Yakin Taklukkan Red Bull Ring

Red Bull Ring memiliki lintasan lurus terpanjang yang relatif pendek, hanya 626 meter. Sedangkan panjang sirkuit mencapai 4,3 km. 

Sirkuit Red Bull Ring ini dibangun pada 1969. Sirkuit yang awalnya bernama Osterreichring ini pernah menggelar MotoGP pada musim 1996 dan 1997. Ketika itu, sirkuit masih bernama A1 Ring. Red Bull Ring menggantikan peran Sirkuit Salzburgring yang sudah 22 tahun menggelar balapan MotoGP di Austria.

Namun, Red Bull Ring hanya dua kali menggelar MotoGP karena Austria tak lagi masuk kalender FIM. Setelah 19 tahun absen, Sirkuit Red Bull Ring akhirnya kembali menggelar MotoGP pada 2016.

Sejumlah pebalap top tentu penasaran dengan sirkuit ini karena belum pernah menjajal sirkuit yang hanya memiliki sepuluh tikungan tersebut. Tercatat, hanya pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, yang paling sering membalap di sirkuit ini. Rossi tiga kali membalap di sirkuit Red Bull Ring saat tampil di kelas 125 cc dan MotoGP, yaitu pada musim 1996, 1997, dan terakhir di kelas MotoGP pada 2016.

Musim lalu Andrea Dovizioso meraih kemenangan bersama Ducati di Sirkuit Red Bull Ring. Kemenangan di Sirkuit Red Bull merupakan yang pertama bagi pebalap asal Italia itu bersama Ducati di MotoGP.

Tag: red bull ring, salzburgring, andrea dovizioso, valentino rossi, rossi, yamaha, ducati, honda