Berita Motogp Terbaru - Sudah 23 balapan Valentino Rossi maupun Maverick Vinales gagal berdiri gagah di podium pertama MotoGP.

Liputan6.com, Buriram - Direktur tim MotoGP Yamaha Lin Jarvis akhir mengakui pihaknya telah melakukan kesalahan dan meminta semua pihak yang terlibat dalam pengembangan motor M1 untuk kembali ke arah yang benar. Pernyataan itu muncul terkait puasa kemenangan yang tak kunjung berakhir.

Sudah 23 balapan MotoGP Valentino Rossi maupun Maverick Vinales gagal berdiri gagah di podium pertama. Kemenangan terakhir yang dirasakan tim Yamaha terjadi saat The Doctor merebut posisi pertama di GP Assen 2017.

Baca juga:

Rossi Berharap Lintasan Kering saat MotoGP Thailand

FP1 MotoGP Thailand: Vinales Tercepat, Valentino Rossi Kedua

Rossi: Sulit Pertahankan Posisi Tiga Klasemen

Jarvis mengakui jika pihaknya kini sedang berada di bawah tekanan lantaran Rossi dan Vinales terus gerutu mengenai motor M1 yang dikendarainya tersebut. Namun dia tidak ingin terjebak untuk mengomentari keluhan pembalapnya. Satu hal yang diperlukan sekarang adalah melakukan perubahan untuk kembali meraih prestasi di MotoGP.

"Saya tidak bisa mengatakan yang harus dipertanyakan mengenai hal teknis, tetapi satu-satunya jalan keluar dari masalah saat ini adalah memahami apa yang kita lakukan salah dan mulai dengan arah baru," kata Jarvis dikutip dari Corsedimoto, Jumat (5/10/2018).

"Apakah Yamaha memiliki seseorang yang paham bagaimana memulihkan kondisi? Ya. Tetapi sesuatu yang kita lakukan tidak bekerja terlalu lama," dia menambahkan.

 

Tag: assen, maverick vinales, valentino rossi, rossi, yamaha, buriram